Senin, September 01, 2008

PERHATIKAN PLASTIK YANG KITA GUNAKAN !

Kebiasaan menggunakan bekas botol plastik kemasan air mineral atau air mimum lainnya untuk keperluan menyimpan air minum sudah umum dilakukan oleh kita, baik untuk bekal ketika berpergian maupun pemakaian sehari-hari di rumah. Hal tersebut tidak lepas dari tidak adanya peringatan dari pabrik minuman maupun dari pemerintah melalui instansi terkait mengenai bahaya penggunaan bekas botol plastik air mineral secara berulang-ulang.
Plastik sudah menjadi bagian hidup dari semua orang didunia, karena sifat plastik yang serbaguna, ringan, fleksibel, tahan kelembaban, tahan lama, kuat, dan relative murah. Karena kedekatan kita dengan plastik dan terdapat beberapa jenis plastik, sudah seharusnya kita lebih mengenal plastik untuk mengetahui secara tepat penggunaan setiap jenisnya.
Pada tahun 1988 The Society of Plastic Industry di Amerika Serikat mengeluarkan simbol atau kode yang mengidentifikasi plastic, dan kemudian diadopsi oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). Umumnya simbol atau kode tertera di bagian bawah botol. Kode berupa angka 1 s.d. 7 yang berada dalam segitiga (yang merupakan logo daur ulang), sedangkan di bawah segitiga terdapat nama jenis plastic yang juga terkait dengan kode tersebut. Berikut penjelasan mengenai arti kode 1 s.d 7:
Kode 1
PET atau Polyethylene Terephthalate, dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester. Jenis plastic ini biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, dan hampir semua botol minuman lainnya. 60 % bahan plastik PET di dunia digunakan untuk serat sintetis, sedangkan 30 % digunakan untuk bahan dasar botol kemasan. Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan "hanya untuk sekali pakai". Karena bila terlalu sering dipakai, terutama apabila digunakan untuk menyimpan air hangat atau panas, dapat menyebabkan lapisan polimer pada botol meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang merupakan zat pencetus kanker.
Kode 2
HDPE atau High Density Polyethylene. HDPE biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
Kode 3
V yang berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik itu bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan botol-botol. PVC mengandung DEHA (di ethylhexyl phthalate) dan BBzP (butyl benzyl phthalate) yang dapat bereaksi dengan makanan. Karena DEHA dan BBzP bisa lumer pada suhu tinggi. Reaksi yang terjadi antara DEHA dan BBzP dengan makanan dapat mengacaukan hormon estrogen pada wanita, dan menyebabkan asma, gejala alergi, beberapa jenis kanker. Selain itu juga berpotensi bahaya terhadap ginjal, hati, limpa, formasi tulang dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang alami dan tidak mengandung bahan plastik PVC.
Kode 4
LDPE atau Low Density Polyethylene. Yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi. Biasanya LDPE dipergunakan untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60 derajat celsius sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
Kode 5
PP atau Polypropylene. Adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.Karakteristik berupa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5, bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan berbagai makanan dan minuman.
Kode 6
PS atau Polystyrene. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Bahan tersebut harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf. Bahan itu juga sulit didaur ulang. Jika harus didaur ulang, PS memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
Kode 7
OTHER. Merupakan gabungan dari SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene) dan PC (polycarbonate, Nylon).OTHER dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minuman olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. PC dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita, botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. PC dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat bermigrasi ke dalam minuman atau makanan jika terkena suhu tinggi. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, peralatan makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan. Melihat bahaya yang terkandung dalam plastik, sudah saatnya kita harus berhati-hati dalam penggunaan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (PC). Karena semuanya memiliki bahan bahaya secara kimiawi. Namun tidak berarti plastik dengan kode lain seutuhnya aman, hanya perlu ditelaah lagi. Maka, jika kita akan menggunakan plastik, lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN dan ABS). Bila pada kemasan tidak ada atau tidak jelas kode plastiknya (misalnya kode 7, bisa SAN, ABS, atau PC), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan tipe plastik yang digunakan.Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi berbahan PC (kode 7, PC). Pilihlah botol susu dan cangkir bayi berbahan kaca, stainless steel , LDPE (kode 4), atau PP (kode 5). Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan lateks.
Cegahlah memanaskan makanan atau menyimpan makanan (dan minuman) panas dalam plastic, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus, ketika makanan akan dipanaskan di microwave.
Kurangilah pemakaian plastik, karena selain bahaya yang telah disebut diatas plastik juga tidak ramah lingkungan. Bahan plastik sangat sulit diurai oleh alam dan proses produksi plastik mencemari lingkungan dan udara.
Bahan alternatif yang dapat digunakan selain plastik adalah stainless steel atau kaca.

Tidak ada komentar: