Rabu, September 10, 2008

BERKENALAN DENGAN POHON BINTARO

Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan untuk penghijauan dan sekaligus sebagai penghias kota adalah pohon Bintaro. Pohon inilah yang banyak ditanam di kawasan Grand Depok City khususnya sektor Azalea/Roma.

Pohon Bintaro juga disebut Pong-pong tree atau Indian suicide tree. Bintaro yang umum ditanam di Indonesia ada 2 spesies, yaitu Cerbera odollam Gaertn (banyak ditanam di daerah Bintaro, Bandung, Depok termasuk di komplek rumah saya) dan Cerbera Manghas (banyak terdapat di daerah Tasikmalaya), termasuk tumbuhan non pangan atau tidak dapat dimakan. Bintaro termasuk tumbuhan mangrove yang berasal dari daerah tropis di Asia, Australia, Madagaskar, dan kepulauan sebelah barat samudera pasifik.

Daun Bintaro bentuknya memanjang, simetris, dan menumpul pada bagian ujung dengan ukuran bervariasi, tetapi rata-rata memiliki panjang 25 cm. Tersusun secara spiral, terkadang berkumpul pada ujung roset.

Bunga Bintaro terdapat pada ujung pedikel simosa dengan lima petal yang sama atau disebut pentamery. Korola berbentuk tabung, dan ada warna kuning pada bagian tengahnya (untuk Cerbera odollam) atau warna merah atau pink (untuk Cerbera Manghas) .

Buah Bintaro berbentuk bulat (untuk Cerbera odollam) atau agak lonjong seperti telur (untuk Cerbera Manghas) dan berwarna hijau pucat dan ketika tua akan berwarna merah. Merupakan buah drupa (batu) yang terdiri dari tiga lapisan yaitu epikarp atau eksokarp (kulit bagian terluar buah), mesokarp (lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa), dan endocarp ( biji yang dilapisi kulit biji atau testa). Walapun berbentuk sangat indah buah Bintaro TIDAK DAPAT DIMAKAN, karena mengandung zat yang bersifat racun terhadap manusia

Dinamakan Cerbera karena bijinya dan semua bagian pohon mengandung racun yang disebut “cerberin” yaitu racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam jantung manusia, sehingga mengganggu detak jantung dan menyebabkan kematian. Bahkan asap dari pembakaran kayunya dapat menyebabkan keracunan.

Walaupun beracun, bijinya mengandung minyak yang cukup banyak (54,33%) dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku biodiesel dengan melalui proses hidrolisis, ekstrasi dan destilasi.

Kingdom : Plantae

Division : Magnoliophyta

Class : Magnoliopsida

Order : Gentianales

Family : Apocynaceae

Subfamily: Rauvolfioideae
Tribe: Plumerieae

Genus: Cerbera


Tidak ada komentar: