
Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan untuk penghijauan dan sekaligus sebagai penghias
Pohon Bintaro juga disebut Pong-pong tree atau Indian suicide tree. Bintaro yang umum ditanam di Indonesia ada 2 spesies, yaitu Cerbera odollam Gaertn (banyak ditanam di daerah Bintaro, Bandung, Depok termasuk di komplek rumah saya) dan Cerbera Manghas (banyak terdapat di daerah Tasikmalaya), termasuk tumbuhan non pangan atau tidak dapat dimakan. Bintaro termasuk tumbuhan mangrove yang berasal dari daerah tropis di Asia,
Daun Bintaro bentuknya memanjang, simetris, dan menumpul pada bagian ujung dengan ukuran bervariasi, tetapi rata-rata memiliki panjang 25 cm. Tersusun secara spiral, terkadang berkumpul pada ujung roset.
Bunga Bintaro terdapat pada ujung pedikel simosa dengan
Buah Bintaro berbentuk bulat (untuk Cerbera odollam) atau agak lonjong seperti telur (untuk Cerbera Manghas) dan berwarna hijau pucat dan ketika tua akan berwarna merah. Merupakan buah drupa (batu) yang terdiri dari tiga lapisan yaitu epikarp atau eksokarp (kulit bagian terluar buah), mesokarp (lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa), dan endocarp ( biji yang dilapisi kulit biji atau testa). Walapun berbentuk sangat indah buah Bintaro TIDAK DAPAT DIMAKAN, karena mengandung zat yang bersifat racun terhadap manusia
Dinamakan Cerbera karena bijinya dan semua bagian pohon mengandung racun yang disebut “cerberin” yaitu racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam jantung manusia, sehingga mengganggu detak jantung dan menyebabkan kematian. Bahkan asap dari pembakaran kayunya dapat menyebabkan keracunan.
Walaupun beracun, bijinya mengandung minyak yang cukup banyak (54,33%) dan berpotensi digunakan sebagai bahan
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Gentianales
Family : Apocynaceae
Subfamily: Rauvolfioideae
Tribe: Plumerieae
Genus: Cerbera

Tidak ada komentar:
Posting Komentar